Selasa, 25 Mei 2021

Ovo dan UNIKA Atma Jaya Hadirkan Kurikulum Fintech

 


Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) ATMA JAYA, OVO dan Toseba mempresentasikan inisiatif Fintech Academy.


Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan penelitian McKinsey melaporkan bahwa teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan Fintech, yang berpotensi meningkatkan PDB nasional menjadi 12-18% dengan nilai 366 USD. miliaran dalam 10 tahun di depan.


"Untuk mencapai potensi yang sangat besar ini, kebutuhan keterampilan dalam ekonomi digital, khususnya Fintech, akan sangat diperlukan oleh masyarakat dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi masa depan Indonesia. Harapan kami untuk program Fintech Academy dapat menjadi bagian. Dari program kampus Merdeka untuk membangun bakat sumber manusia yang unggul untuk Indonesia, Indonesia, "katanya melalui media Brifieg, yang diadakan online di Jakarta (16/221).


Karaniya Dharmasaputra, Chief Executive Officer Ovo / Pendiri dan CEO Toseba, menjelaskan bahwa Akademi Fintech adalah bentuk sejati Ovo dan Bareba ketika menanggapi masalah sumber daya manusia utama di industri fintech. Data AFTECH pada Januari 2021, ada 375 perusahaan start-up Fintech di Indonesia dengan lebih dari 20 model bisnis.


Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan jumlah startup terbesar Fintech di ASEAN, karena Akademi Fintech ini dapat menjadi forum untuk menyiapkan dan mencetak sumber daya manusia untuk industri fintech, khususnya pada generasi Z dari Indonesia saat ini mencapai 27,94%.


"Fintech Academy adalah cara untuk menyiapkan sumber daya manusia" siap bekerja "untuk mengantisipasi perkembangan pesat Fintech di Indonesia. Harapan kolaborasi kita dapat melakukan itu Gen Z tidak hanya menjadi konsumen digital, tetapi menjadi generasi yang dapat menyediakan Inovasi di industri fintech dan dapat mengatasi masalah kesenjangan sumber daya manusia dalam industri ini yang perlu diperlakukan dalam kolaborasi, "jelas Karaniya.


Pada awal tahap pertama, Atma Jaya Unika, Ovo dan Bareksa akan memulai Akademi Fintech dengan menyediakan dokumen FENSTECH dengan data besar, blockchain, uang elektronik, investasi elektronik, Insurtech, pinjaman P2P, catatan kredit alternatif, dll. Akan dikirim langsung oleh ahli fintech d'ovo dan bareksa.


Sesi subjek Fintech akan dibagi menjadi sesi publik dan konferensi MOOC (membuka kursus online besar-besaran / konferensi online yang menawarkan akses terbuka melalui Internet) yang menawarkan komunitas langsung ke materi pengajaran. Dalam jangka panjang, Akademi Fintech akan mengembangkan program pembelajaran awal Fixtech untuk siswa sekolah menengah, program magang di Fintech dan membuat program inkubasi start-up untuk siswa.


Sementara Pacetyantoko, Kanselir Unika Atma Jaya, mengatakan Universitas Atma Jaya, Ovo dan Bareksa secara aktif berkontribusi pada pendidikan Indonesia dan industri fintech, berkat pembentukan suatu program. Yang mengacu pada pengembangan industri.


"Kami berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum lengkap Fintech, tidak hanya kursus, tetapi juga kesempatan untuk belajar langsung dari perusahaan sebaiknya dengan Fintech Indonesia dan untuk mendapatkan mentor sesuai dengan bidang eksplorasi yang dipilih", ia menyimpulkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini Jenis Aplikasi yang Bisa Bikin Boros Baterai Smartphone

BATERAI merupakan salah satu komponen penting dari sebuah ponsel pintar. Baterai dengan daya tahan lama akan membuat smartphone memiliki kem...